Gaji rendah umumnya menjadi alasan tidak bisa menabung atau pun tidak memiliki investasi. Padahal, tabungan bukan hanya digunakan untuk membeli barang tertentu saja! Tetapi juga dana darurat maupun biaya lain seperti cicilan rumah.

Indonesia memang kerap mengalami kurangnya literasi mengenai finansial. Uang dianggap hal tabu, kemudian kembali menyalahkan gaji yang rendah sebagai sumber permasalahan utama jika mengalami kendala finansial.

Tentu, hal itu mungkin benar. Ada banyak yang masih mendapatkan gaji belum semestinya, apalagi belum layak. Namun bagaimana dengan Anda yang sudah bekerja tetap, rutin, tetapi masih tidak bisa menabung untuk dana darurat maupun simpanan pribadi?

Ada beberapa alasan kenapa seseorang sulit untuk menabung:

Gaya hidup tinggi

Bisa dibilang ini adalah alasan klasik yang sering kita dengar tapi sulit untuk dipahami bahkan dipraktekkan! Tanpa sadar kita terjebak dalam gaya hidup tinggi, seperti memberikan standar bahwa makan harus di restoran, setiap jam 7 pagi harus ke Starbucks untuk membeli kopi demi pekerjaan produktif.

Well, bagaimana bila ternyata semua itu hanya ilusi? Sebuah keinginan yang dibiasakan hingga menjadi kebutuhan? In the end, yang repot pasti Anda!

Baca juga: Produk Investasi Digital Pilihan Terbaik Untuk Anda!

Suka ikut-ikutan

Wah, ini menjadi salah satu alasan kesulitan keuangan khususnya bagi millennials! Ada perasaan fear of missing out atau FOMO jika tidak mengikuti tren yang sedang berjalan. Seperti harus ke bioskop saat premiere atau mencoba kafe baru yang buka di seberang jalan.

Padahal, perasaan ini justru seringkali memunculkan rasa bersalah, lho! Bukannya puas, tetapi justru malah cemas karena uang yang kamu keluarkan sia-sia. Tentu ada sedikit rasa puas jika memang yang Anda beli sesuai, tetapi bagaimana bila ternyata tidak enak? Lebih menyesal, kan?

Tidak bisa menahan diri

Kontrol diri memang sesuatu yang perlu dilatih. Seperti menahan diri saat ada baju baru yang keluar atau smartphone keluaran terbaru. Selalu ingat bahwa ada kebutuhan lain yang lebih urgen dan apa yang kamu miliki saat ini masih bagus!

Tidak pernah menyisihkan uang dari awal

Kesalahan selanjutnya adalah karena Anda cenderung menunggu sisa uang dari bulanan Anda untuk dijadikan tabungan. Ini adalah big no-no. Daripada menunggu sisa, tentunya Anda perlu menyisihkannya sejak awal.

Mulailah dari kecil-kecil saja, seperti Rp 10.000 per hari, dijamin jika konsisten akan menghasilkan uang yang lebih besar lagi, bukan? Tidak perlu menjadi miliarder untuk mencoba menabung, asal dilakukan dengan komitmen!

Konsumsi berkedok investasi

Pernahkah Anda berpikir “Saya membeli smartphone ini sebagai investasi masa depan.” Mungkin itu benar, tapi bagaimana bila smartphone yang sekarang Anda gunakan juga sudah bisa memenuhi kebutuhan Anda sebagai seorang pekerja kantoran yang tugasnya mengelola berkas pembelian dan penjualan? Apakah smartphone dengan teknologi terbaru dan RAM 12GB menjadi penting?

Tentu tidak, ya! Karena itu penting untuk mengetahui bahwa apakah hal tersebut urgen dan tidak bisa digantikan, sehingga Anda bisa mempertimbangkan perlunya membeli device atau barang-barang baru lainnya.

Enggan mencatat pengeluaran dan pendapatan

Ini juga menjadi salah satu masalah penting lainnya! Kebanyakan dari para pekerja enggan untuk mencatat arus kas sehari-hari. Alasannya sederhana: malas. Padahal ini sangat mudah dan tidak perlu untuk mencari pulpen atau buku.

Ada banyak aplikasi wallet di smartphone yang bisa digunakan untuk mencatat. Apalagi Anda tentu lebih sering membawa smartphone daripada buku kas, bukan? Lebih praktis dan tidak ada alasan untuk tidak melakukannya.

Baca juga: Investasi Bagi Kaum Rebahan

Malas untuk hustling

Menggunakan kartu kredit berlebihan

Tidak memiliki tujuan menabung

‘Bocor halus’

Itu dia alasan-alasan kenapa Anda tidak bisa menabung, bahkan dengan gaji tinggi sekalipun. Kali ini, Teman Sukses akan membantu Anda yang masih bergantung pada pendapatan yang terbatas untuk mendapatkan manfaat menabung!

Inilah tips menabung untuk Anda yang gaji terbatas:

Rutin setiap hari!

Seperti yang sudah disampaikan tadi, kunci untuk mencapai stabilitas finansial adalah dengan komitmen. Sebuah gaji besar tidak akan menjamin Anda akan hidup selamanya. Tetapi kebiasaan menabung tentu membawa lebih banyak dampak positif.

Selalu usahakan untuk menabung setiap hari, apakah itu uang sisa atau sudah Anda targetkan. Perlahan-lahan, Anda akan terbiasa untuk menyisihkan uang sebagai tabungan tanpa perlu diingatkan!

Menyusun target pribadi

Jika Anda tidak terbiasa menyisihkan, maka Anda perlu mencoba langkah selanjutnya: menyusun target pribadi. Target ini bisa berupa berapa jumlah yang harus Anda sisihkan setiap hari ataupun target dari tabungan selama satu bulan ini.

Dengan demikian Anda akan terpacu untuk mencapai target bagaimana pun caranya, bukan? Cara ini sangat cocok untuk Anda yang membutuhkan motivasi saat memulai sesuatu.

Kartu kredit? No, no!

Langkah ini wajib hukumnya untuk dilakukan! Ya, kartu kredit bukanlah sebuah penyelamat apalagi dengan kamu yang belum bisa menabung. Kartu kredit didesain untuk mempermainkan psikologis kamu bahwa kamu bisa membeli apapun dengan membayarnya nanti saja.

Kalau kamu tidak bisa menabung, bagaimana kamu bisa memastikan kamu bisa membayar barang-barang tersebut di masa depan? Tentunya ini sangat menyedot pengeluaran dan menambah biaya yang tidak terduga, ya!

Selalu menyisihkan dari awal

Salah satu langkah mudah selanjutnya adalah menabung sedari awal Anda mendapatkan gaji. Umumnya, rumus yang digunakan adalah 10% jumlah gaji. Tapi selalu ingat bahwa tabungan ini tidak boleh diapa-apakan, ya! Jika gaji Anda Rp 2.000.000, maka Anda cukup menyisihkan Rp 200.000 saja.

Jangan underestimate nominalnya. Dalam satu tahun, Anda sudah bisa mendapatkan Rp 2.000.000, kan? Sudah seperti mendapatkan gaji ke-13!

Baca juga: Salah Besar Investasi di Saham Butuh Modal Besar!

Belilah barang di bawah harga kebutuhan sehari-harimu

Seringkali kita salah paham. Memiliki gaji Rp 3.000.000 bukan berarti Anda bisa membeli barang seharga Rp 1.000.000 dengan santainya. Inilah pentingnya Anda untuk budgeting agar tahu kebutuhan dasar Anda habisnya seberapa.

Jika Anda rasa terlalu banyak, maka tentu Anda bisa menguranginya hingga batas toleransi, kok. Jangan takut untuk bereksperimen, asalkan prinsipnya satu: belilah barang di bawah harga kebutuhan sehari-hari!

Selalu masukkan uang ekstra ke dalam tabungan!

Jika Anda memiliki side-hustle atau pekerjaan tambahan, Anda bisa mencoba segera memasukkan uang Anda ke dalam tabungan, kok! Apalagi jika Anda memiliki tabungan terpisah dari rekening utama.

Dengan begini, Anda akan fokus untuk memanfaatkan uang dari gaji tetap Anda dan setiap side-hustle akan menjadi pundi-pundi tabungan Anda!

Selalu kreatif mencari hiburan

Tips menabung terakhir adalah kreatif. Anda mungkin terpaksa untuk membeli bioskop demi menghabiskan akhir pekan atau pergi ke gym agar memiliki rutinitas di luar jam kantor. Bagaimana bila kami bilang hal itu bisa digantikan dengan yang lebih murah?

Kini berlangganan streaming film bisa menjadi lebih murah, apalagi jika Anda urunan bersama teman-teman Anda. Anda bisa menikmati ribuan film dari gadget Anda. Pasang proyektor, lalu tembakkan ke dinding. Anda sudah bisa menikmati film seru!
Anda juga bisa menggunakan sepatu yang nyaman dan berkeliling kompleks perumahan atau kos Anda. Tidak memakan biaya, Anda sudah bisa refreshing dari kejenuhan rutinitas Anda!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here