Sebuah Buku Tentang Harapan | Mark Manson

0
475
One day, you and everyone you love will die. And beyond a small group of people for an extremely brief period of time, little of what you say or do will ever matter. This is the Uncomfortable Truth of life. And everything you think or do is but an elaborate avoidance of it. We are inconsequential cosmic dust, bumping and milling about on a tiny blue speck. We imagine our own importance. We invent our purpose—we are nothing.

Adalah sedikit penggalan dari buku Everything is F*cked. Sebuah buku tentang harapan. Saya tidak sengaja menemukan buku ini ketika mencari buku bacaan di toko buku. Judulnya sangat menarik perhatian saya,

Sebetulnya Saya sudah membaca karya sebelumnya dari Mark Manson, yaitu The Subtle Art of Not Giving F*ck (Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat). Salah satu buku best seller Internasional yang saya baca dan isinya memang sangat menarik. 

Kali ini, Mark Manson berargumen bahwa manusia selalu mencari harapan untuk bertahan hidup. Namun, seringkali pencarian harapan merusak cara berpikir sehat dari manusia. Manson pun menyebutkan bahwa kemajuan teknologi telah gagal membawa kita pada kebahagiaan sejati yang kita dambakan.

Harapan membuat kita bahagia, dan juga membuat kita melangkah maju.

Semuanya tidak berguna, yang penting adalah kedamaian, kebahagiaan batin, dan harapan.

Kita sudah sangat ketergantungan dengan teknologi serta sumber materialistis sehingga kita lupa betapa pentingnya sosialisasi dan introspeksi yang sebenarnya. Walaupun, kita telah berhasil di semua bidang, tetapi kita justru meningkatkan diri dari rasa sakit menjadi jiwa yang penuh dengan tekanan.

Aktivitas pencarian harapan ini sebenarnya bersifat destruktif. Sebab, harapan-harapan yang dicari manusia seringkali menimbulkan perselisihan antarpencari harapan. Melalui buku ini, Manson mengkritik cara mencari harapan yang merusak dan tidak akan pernah memuaskan manusia. Ia menyampaikan bahwa ideologi, hubungan personal, dan agama menjual harapan, menakut-nakuti, dan meraup keuntungan dari manusia.

Buku yang related dengan kehidupan kita sehari-hari bukan?

Walau saya baru membacanya sebagian, saya merasa harus mengajak teman-teman untuk membaca buku ini. Namun sayangnya di toko buku belum tersedia terjemahan bahasa Indonesianya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here