Tidak ada yang tidak mengenal Nokia. Mulai dari kakek-nenek hingga millennial rasanya sudah pernah menyentuh atau menggunakan Nokia pada beberapa titik hidupnya. Brand ponsel yang satu ini sulit untuk dilupakan apalagi di kalangan masyarakat Indonesia yang masih sering menggunakan feature phones atau ponsel yang hanya bisa digunakan untuk fungsi-fungsi dasar saja.

Kini, semua orang mengenal Android atau iOS sebagai sistem operasi terbesar yang saling berkompetisi satu sama lain. Tidak ada kompetisi antara Bada OS atau Symbian seperti beberapa tahun silam. Perkembangan teknologi begitu cepat hingga menggilas ponsel-ponsel yang enggan untuk berbenah.

Dan brand ponsel itu adalah Nokia.

Sejarah Nokia: Ponsel yang mengawali segalanya

Kita mengenal Nokia sebagai brand ponsel favorit di zamannya. Bahkan bisa dibilang mendominasi Indonesia! Nah tahukah Anda jika sebenarnya Nokia adalah perusahaan produksi kertas?

Didirikan pada 12 Mei 1865, Nokia merupakan perusahaan multinasional yang bertempat di Finlandia. Pada tahun 1967, cabang perusahaan Nokia yang memproduksi ponsel pun mulai muncul. Perusahaan ini fokus pada pengembangan komputer dan ponsel yang mulai booming di kalangan masyarakat.

Ya, pada zaman itu ponsel dan komputer adalah barang mewah nan mahal! Inilah mengapa Nokia berusaha untuk menegakkan posisinya untuk mendominasi pangsa pasar baru ini. Mulai dari menciptakan kapasitor elektronik, telefon, radio di mobil, hingga sebuah alat komunikasi yang berbasis teks.

Hingga pada tahun 1979, Nokia pun mulai memproduksi telefon genggam pertama yang memanfaatkan jaringan. Telefon ini disebut sebagai 1G dan menjadi cikal bakal istilah 1G, 3G, 4G, bahkan 5G! Nah telefon ii bentuknya seperti handy talkie jadi jangan kaget jika bentuknya agak lawas!

Tidak berhenti di situ, Nokia juga terlibat dalam pengembangan jaringan GSM 2G dan menorehkan namanya sebagai pengembang provider jaringan telekomunikasi internasional! Mulai dari menerima telefon, roaming, dan SMS.

Abad 21, melonjaknya nama Nokia di kancah internasional

Berbekal kesuksesannya, Nokia pun meluncurkan Nokia 3310, ya sebuah ponsel favorit yang bahkan sekarang mendapatkan remake-nya!

Selain itu booming Nokia juga disusul dengan munculnya Nokia N-Gage yang merupakan ponsel dengan desain khusus untuk bermain game. Ada yang sudah pernah memilikinya?

Mulai dari high end hingga low end, Nokia berhasil memasuki setiap prospek dan meraih gelar perusahaan ponsel terbesar di dunia hingga tahun 2012.

Apa yang terjadi pada Nokia?

Bisa dibilang 2012 adalah waktu berakhirnya ponsel besutan Nokia. Hal ini dikarenakan Android dan iOS mulai menjarah seluruh pengguna ponsel di dunia dengan smartphone yang lebih mudah digunakan dan bersifat open source untuk Android. Ini artinya, apapun merk ponselnya, pelanggan akan mendapatkan Android yang sama bagusnya seperti milik high end!

Nokia enggan untuk menjadi bagian dari Android dan terus mengembangkan ponselnya secara independen. Namun sayang, hal ini ternyata tidak berakhir baik. Nokia terpaksa harus menjual perusahaannya kepada Microsoft Mobile dan menghilangkan nama Nokia.

Persaingan antara iOS dan Android berhasil menyingkirkan seluruh sistem operasi lain. Bukan hanya Nokia, tetapi juga Blackberry dan Microsoft Mobile.

Apakah Nokia termasuk smartphone?

Dikarenakan fungsinya yang terbatas, banyak yang mempertanyakan apakah Nokia termasuk smartphone?

Ciri-ciri sebuah smartphone adalah memiliki sistem operasi dan dapat melakukan tugas yang lebih rumit seperti menggunakan aplikasi pihak ketiga, multitasking, hingga berselancar di internet.

Nokia sejatinya sudah memiliki sistem operasi yang sangat handal. Namanya adalah Symbian. Pertama kali dikenalkan pada generasi lawas seperti Nokia 6600, N-Gage, N96, dan masih banyak lagi. Inilah mengapa Nokia tetap disebut smartphone jika memiliki Symbian OS.

Sistem operasi Symbian berkembang menjadi S60, S40, hingga Symbian^3, Anna, dan Belle. Hal ini bertujuan untuk mengejar ketertinggalannya dengan fitur-fitur Android. Namun setiap tahunnya penjualan Nokia terus menurun dan tidak dapat menyaingi Android.

Era Kepemilikan Microsoft

Sesudah gagal meneruskan Symbian, Nokia pun meluncurkan seri Lumia yang menggunakan sistem operasi Windows Phone. Ini dikarenakan Nokia bekerja sama dengan Microsoft. Namun ternyata tidak ada yang menyukai Lumia karena sistem operasi yang tidak familiar, sehingga penjualan pun turun jauh! Hingga akhirnya Microsoft pun mengambil alih Nokia yang bangkrut.

Apakah hal ini memunculkan kesuksesan? Sayangnya, tidak ada kemajuan berarti! Windows Phone dihentikan sehingga Microsoft pun tidak dapat meluncurkan produk-produk ponsel berbasis Windows.

Bagaimana dengan saat ini?

Kabar gembiranya, Nokia kini sudah hadir untuk kamu coba, lho! Menariknya, kali ini Nokia sudah menerapkan sistem Android untuk menggaet perhatian calon penggunanya. Kok bisa?

Pada tahun 2016, Microsoft kembali menjual divisi Nokia dan paten ke HMD Global, sebuah perusahaan baru di Finlandia. Dengan cepat HMD memproduksi smartphone Nokia dengan basis Android dan prosesor Qualcomm Snapdragon 430 dan menamainya Nokia 6. Inilah awal mula kebangkitan Nokia di pasar ponsel, termasuk Indonesia!

Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa Microsoft menjual paten ke HMD Global? Ternyata, HMD Global merupakan perusahaan yang terdiri dari para petinggi dan pekerja yang dulu bekerja di Nokia! Wah, wah, ternyata semua kembali kepada pemilik aslinya!

Produk-produk Nokia yang sekarang beredar

Bukan hanya smartphone, Nokia kini memperlebar produknya pada tablet juga, lho. Meskipun begitu produk ini hanya terbatas di China saja.

Selain itu Nokia juga masih mengandalkan feature phone canggih yang bisa kamu gunakan saat tidak ingin diganggu oleh pesan-pesan Whatsapp yang datang berturut-turut! Apa saja ya daftar lengkap produk Nokia sekarang?

Nokia dengan Android One

Ini artinya Nokia meluncurkan smartphone dengan sistem operasi Android tanpa modifikasi. Benar-benar Android stock yang murni dan ringan, tapi powerful. Berikut adalah beberapa yang populer: 

  1. Nokia 8.3 5G – Warna hitam
  2. Nokia 5.3 – Warna biru, hitam, beige
  3. Nokia 6.2 – Warna Ice dan hitam
  4. Nokia 7.2 – Warna biru, abu-abu, hitam
  5. Nokia 4.2 – Warna rosegold dan hitam
  6. Nokia 9 Pureview – Warna biru
  7. Nokia 3.1 – Kombinasi oranye biru, oranye putih, dan abu-abu hitam
  8. Nokia 5.1 – Warna oranye, biru, hitam
  9. Nokia 8 Sirocco – Warna hitam

Nokia klasik dengan tampilan ciamik

Nokia klasik ini adalah feature phones yang dibangkitkan kembali dengan tampilan lebih cantik serta fitur-fitur penting yang dianggap wajib ada untuk zaman sekarang. Beberapa bahkan merupakan ponsel signature Nokia, lho!

Berikut contoh feature phone Nokia yang paling bagus:

  1. Nokia 800 Tough – Cocok untuk mendaki atau kegiatan Outdoor
  2. Nokia 3310 – signature phone yang dibangkitkan kembali, ada varian 3G
  3. Nokia 2720 Flip – Penuh gaya dengan warna beragam
  4. Nokia 5310 – Pada zamannya, dulu disebut Xpressmusic yang sering digunakan
  5. Nokia 8110 4G – Nokia yang ikonik banget layaknya pisang, bikin pengen!

Ternyata perjalanan Nokia sangat panjang hingga menjadi seperti saat ini. Bagi penggemar Nokia tentunya sangat berharap bahwa nama mereka akan bangkit lagi, bukan? Dari ponsel Nokia, kamu sudah pernah pakai yang mana nih? Selamat bernostalgia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here