Bersyukur untuk Bahagia

0
106

Seorang penulis buku  yang terkenal duduk di ruang kerjanya…dia mengambil penanya… dan mulai menulis :

 

“Tahun lalu… saya harus dioperasi untuk mengeluarkan batu empedu. Saya harus terbaring cukup lama di ranjang.
Di tahun yang sama…. saya berusia 60 tahun dan memasuki usia pensiun, keluar dari pekerjaan di perusahaan yang begitu saya senangi…saya harus tinggalkan pekerjaan yang sudah saya tekuni selama 35 tahun.
Di tahun itu juga..saya ditinggalkan ayah yang tercinta.
Kemudian… masih di tahun yang sama anak saya gagal di ujian akhir kedokteran, karena kecelakaan mobil. Biaya bengkel akibat kerusakan mobil adalah puncak kesialan di tahun lalu…”

 

Di bagian akhir dia menulis :
*”Sungguh…tahun yang sangat buruk !”*
                                       
Istri sang penulis masuk ke kamar itu dan menjumpai suaminya yang sedang sedih dan termenung. Dari belakang…sang istri melihat tulisan sang suami. Perlahan-lahan ia mundur dan keluar dari ruangan itu…

 

15 menit kemudian dia masuk lagi dan meletakkan sebuah kertas berisi tulisan sebagai berikut :

 

“Tahun lalu… akhirnya saya berhasil menyingkirkan kantong empedu saya yang selama bertahun-tahun membuat perut saya sakit.
Di tahun itu juga…saya bersyukur bisa pensiun dengan kondisi sehat dan bahagia. Saya bersyukur kepada Tuhan sudah diberikan kesempatan berkarya dan penghasilan selama 35 tahun untuk menghidupi keluargaku
Sekarang… saya bisa menggunakan waktu saya lebih banyak untuk menulis, yang merupakan hobi-ku sejak dulu …
Pada tahun yang sama… ayah saya yang berusia 95 tahun… tanpa sakit apa2 telah mengakhiri hidupnya dengan damai dan bahagia.
Dan masih di tahun yang sama pula… Tuhan telah melindungi anak saya dari kecelakaan yang hebat…..Mobil kami memang rusak berat akibat kecelakaan tersebut… tapi anak saya selamat tanpa cacat sedikit pun…”
                                       
Pada kalimat terakhir istrinya menulis :
*”Tahun lalu…. adalah tahun yang penuh berkat yang luar biasa dari Tuhan…. dan kami lalui dengan penuh rasa takjub dan syukur…”*
                                       
Sang penulis tersenyum haru… dan mengalir rasa hangat di pipinya… Ia berterima kasih atas sudut pandang berbeda untuk setiap peristiwa yang dilaluinya tahun lalu… Perspektif yang berbeda membuatnya bahagia. 

 

—-

 

Sahabat sukses,
Cerita yang saya bagikan diatas mungkin pernah Anda baca, mungkin juga belum. Cerita itu sangat mengena untuk saya.

 

Dari cerita itu, kita bisa melihat, bahwa kebahagiaan tidak ditentukan oleh suatu peristiwa yang menimpa kita, tapi ditentukan oleh reaksi kita terhadap peristiwa itu.

 

Peristiwa yang sama, ternyata jika dipandang dengan cara yang berbeda akan memberi rasa berbeda pula di hati.

 

Jika dalam keseharian Anda, dalam perjuangan Anda menggapai impian, Anda bertemu peristiwa-peristiwa yang mungkin membuat Anda marah, putus asa, tidak ada salahnya Anda berhenti sejenak. Kemudian cobalah memandang dari sudut yang berbeda, cobalah mencari hal-hal positif yang mungkin tersembunyi.

 

Semakin Anda berlatih, semakin Anda akan terampil. Anda akan menjadi pribadi tangguh yang mampu menguasai emosi dan pikiran Anda, bukan dikuasai oleh keadaan. Ingatlah selalu, bukan kita bahagia lalu kita bersyukur, namun kita bersyukur maka kita akan bahagia.

 

Salam sukses.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here